HokaSuka Menu Sambal Menyatukan Dua Negara Banyak Jiwa

Tampilan slide demi slide disertai senyuman ramah hadir dalam diri Ibu Kartina Mangisi, sebagai  Communication  Division Head Beliau yang berkacamata ini mampu membawa suasana bagaimana seharusnya materi disampaikan. Bukan karena perut sedang lapar karena waktu  sudah menunjukan pukul 11 siang, namun tampilan slide di layar yang menampilkan menu menu makanan favorit saya  seolah menari nari untuk segera saya nikmati. Aneka menu lalu lalang mempengaruhi kinerja otak saya yang sudah tidak sinkron dengan kerja perut yang sudah lapar  kukuruyuk. 

Yang saya tangkap, sejak Tahun 2013 sudah ada perubahan logo restoran dan perubahan tampilan restoran bernuansa kuning yang memiliki filosopis tersendiri. Patern ini gabungansimbol  yang mirip huruf Kanji Jepang yang sesuai misi dan visi Restoran Bernama Hokben ini.  



Masing masing orang pasti tahu soal makanan favoritnya. Ada yang bilang mie instan, rendang,ikan bakar, ayam goreng/bakar dan lain sebagainya. Kalau ditanyakan ke saya pasti mudah jawabnya "Ajak saya ke Hokben!" Di mana saja, pasti makanan yang disajikan habis tidak bersisa.

Yup, perkenalan saya dengan makanan cepat saji asal Negeri Sakura ini sudah sangat lama. Berawal dari sulitnya saya mencerna nasi saat kuliah dulu. Alhasil orang tua terutama sang ibu selalu bersedih karena berat badan saya berkurang drastis belum setahun saya ngekos di sebrang lautan sana. Saya  bilang ke Ibu,  gak cocok dengan nasi yang ada di sana. Kadang nasinya berwarna kecoklatan plus berbau, kadang nasinya berhamburan gak menyatu  (bear kalau orang sunda bilang mah). Padahal saya kalau makan cuma butuh lalapan dan sambal saja khas daerah kelahiran di mana saya lahir yang penting nasinya pas. Sang bunda akhirnya memberikan solusi, ditambahnya uang sangu khusus  untuk menambah biaya makan  saya ditambah dengan catatan harus banyak makannya.

Sekilas memang naif, tapi itulah kira kira Masalahnya,  dahulu  di Tanjung Karang Bandar Lampung untuk tempat kost saya untuk tempat makan yang ada hanya ada  di dua tempat kalau gak  warteg ya di mall.

Suatu ketika saya pergi membeli buku di  Gramedia, baca buku dan tak terasa saya menghabiskan waktu yang cujup lama, akibatnya perut sangat lapar. Warteg sulit dicari dan saya lalu  ke mall samping toko gramedia sendirian, lalu ketemulah Hoka Hoka Bento (sekarang hokben) , liat pamfletnya kok keliatan enak, lihat pricelistnya kok terjangkau ya?

Akhirnya belilah paketan , kalau gak salah ingat pertama kali saya beli paket  D deh waktu itu. Tidak sampai habis 30 ribu rupiah pesanan saya langsung habis tak bersisa. Menunya hingga kini bervariasi dan yang saya suka yaitu  sayurnya (kol dan saladnya).



Hingga hari ini, Selasa 27 Februari 2018, ketika saya saya diundang ke dalam acara Blogger Gathering bersama Hokben yang ada di Kota Tangerang saya sangat senang. Bisa makan enak lagi soalnya. Hehehehe.
Hokben ini berada di Jalan Daan Mogot,  lokasinya yang familiar dekat (sebelum)  Polres Kota Tangerang  patokannya depan - depanan sama  SMAN 1 Tangerang.

 Karena lokasinya yang strategis inilah, menurut Store Managernya Hokben ini buka sampai dengan 24 jam loh. Bisa makan di tempat order langsung, atau delivery pakai ojek online pun bisa. Atau bisa sambil makan dekat Sungai Cisadane yang legendaris itu. Seperti kisah saya yang legendaris di antara banyak pasangan blogger yang datang di acara ini. Hehehehe

Hokben memang punya banyak kisah, seperti halnya waktu kuliah, waktu ketemu calon istri , waktu nimah ,ketika sudah punya anak satu hingga dua anak Hokben menjadi tempat favorit saya beserta keluarga.Bercengkrama atau sekadar melepas kangen setelah seharian bekerja.  Agaknya anak kedua saya pun sepertinya senang akan masakan hokben. Soalnya kalau lagi ngadat gak mau makan ya ke Hokben alternatifnya.
Ini Menu HokaSuka3 Yang Saya Pesan

Sambal Hijau yang Pedasnya Pas Bagi lidah Saya

Oh iya, istri saya ini  orang Sumatera (Medan)  sedangkan saya dari Tatar Priangan  Sunda, kadang lucu saja,  kalau saya makan apa yang  dimasaknya saya pasti tak sanggup akan rasa pedasnya, juga sebaliknya kalau istri ikut apa masakan daerah keluarga saya maka wajahnya memerah, keringat bercucuran di wajahnya dan terlihat kepedasan.  Dua hal yang bertolak belakang  karena rasa pedas yang berbeda. Padahal sambalnya sama, bedanya dia pakai cabai merah kalau saya pakai cabai rawit. Itu saja.

 Nah di Hokben kami bisa menjadi satu hati tanpa harus merasa bersalah soal sambalnya. Dahulu hanya  dengan saus yang tersedia di hokben kami bisa makan dengan lahapnya. Apalagi sekarang kami diberikan kebebasan untuk  memilih tiga varian sambal khas nusantara yang disediakan oleh Hokben. Apalagi menampilkan tiga daerah seperti halnya Sumater,Jawa dan Bali.

Jujur saja, saya belum pernah ke Bali, ketika dihadapkan pada adat dan budaya di acara Gathering ini , soal berbau Bali saya antusias sekali. Cara mengikat kepala khas Bali, Uden pun berhasil saya kuasai berkat adanya acara ini tadi siang. Saya menyepakati apa yang dikatakan oleh Beli  Jasata,  Brand Activation Division Head  yang banyak menceritakan  perpaduan menu Hokben yang sudah eksis dengan menu lokal  yang menghasilkan  rasa sensasi yang luar biasa dahsyatnya. Atas sarannya pula saya mencoba menu Hoka Suka dengan Sambal Hijau. Padahal Beliau ini asli dari Bali. Hehehehehe.




Kembali ke soal sambal. Di Hokben kini  ada menu Hoka Suka 1, Hoka Suka 2, Hoka Suka 3 dan  customer bisa bebas memilih mana sambal yang disukanya.

KENAPA NAMANYA HOKA SUKA?

Hoka berasal dari  Bahasa Jepang dan Suka berasal dari Bahasa Indonesia. Secara filosopis, Hoka dan Suka menjadi satu kesatuan antara Kuliner Jepang yang sudah akrab di lidah orang Indonesia dengan Sambal Nusantara yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari hari. Kalau boleh dikatakan secara statistik, Cabai adalah salah satu sayuran yang selalu tersedia di kulkas keluarga di negeri ini.

Di Hokben,  para penikmat kuliner bisa mencicipi tiga menu baru ini dengan bebas memilih sambalnya yang dahsyat. Ada sambal Bawang, Sambal Hijau dan Sambal Matah dari Bali. Ketiga sambal ini bisa dikombinasikan dengan menu baru tadi.
Saya sudah merasakan Hoka Suka 3 dengan isi Beef Teriyaki,  kentang Kering, dan acarnya. Sengaja saya memilih sambal hijau, karena menurut rekomendasi dari banyak pelanggan sambal ini luar biasa rasamya.
Pas saya cicipi,  ternyata  pedasnya pas di lidah saya dan saya sangat menikmatinya. Gak tau deh kalau istri saya yang mencobanya. Kemungkinan karena dia sering ke Bali pasti milihnya HokaSuka 2 dengan pilihan  Sambal Matah.

Saya beruntung sekali, saat  bertemu dengan Hokben  Saya sangat percaya bahwa produknya  sangatlah halal. Sekarangpun saya mwndengar dan menyaksikan sendiri bahwa  tempat ini  bisa mempertahankan tiga tahun berturut turut garansi kehalalannya. Atas prestasinya proses perpanjangannya dimudahkan menjadi empat tahun sekali.

KENAPA HARUS HALAL?

 Makanan halal adalah sesuatu kepastian bagi saya dan seluruh  keluarga. Hal ini tidak bisa ditawar tawar lagi soalnya. Di tengah gempuran produk makanan yang masuk  baik yang sudah ada maupun yang akan masuk , saya sebagai konsumen haruslah selektif. Jangan sampai apa yang kita konsumsi menjadi sesuatu penghalang bagi kesehatan kita baik dunia maupun akhirat. Itulah kenapa MUI memberikan sertifikasi halal kepada makanan atau minuman yang beredar di negeri ini. Apalagi kalau soal sambalnya ya?

Kisah soal sambal persis hidup kami penuh warna, menikah beda suku, merasakan pedasnya masakan yang berbeda namun tetap saling menyintai. Tiga sambal yang ada di Hokben adalah cita rasa masakan yang ternikmat. "Gak ada sambal makan lo gak sedap "Itu menurut saya . Makanya Hokben yang sudah banyak gerainya di Indonesia  melihat ini sebagai sebuah peluang. Menyatukan dua negara yang hebat soal masakan membuat semuanya happy ending. Anti Main Stream  yang membuat kami berbeda namun tetap saling menyukai satu tempat, Hokben.



Comments

  1. seru nya....
    jadi kepengin nih

    ReplyDelete
  2. Rasanya mungkin unik juga ya, makanan jepang tapi pakai sambal khas Indonesia... Jadi penasaran sama rasanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya lebih pas oom. kadang kalau pakai saus merah biasa saya mah suka timbul keraguan. Bener gak nih cabainya.

      Delete
  3. Hoka Suka makin mantap dinikmati dg sambal mastah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makan bareng keluarga lebih mantaf...

      Delete
  4. assiikkk ke hoka sekarang banyak pilihan menu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak , kalau ke hokben serasa mau pesta. Rasanya mantaf dan sambal nusantaranya bisa bikin nambah menu. Pinteran nih hokben inovasinya.

      Delete
  5. Pertamax kali yah resto Jepang berani nampilin menu lokal. biasanya idealis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya oom. Seneng kalau makan di mari.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Xpander, Mobil MPV Mewah Berkelas

Tinggal Klik ! Cara SMART Punya Property Zaman Now

Urgensi Generasi Milenial Memahami Perencanaan Keuangan Jaman Now