Jaringan Satu Matahari, Optimisme Indonesia Maju dari Kaum Milenial

Optimis Indonesia Maju.

Jaringan Satu Matahari mungkin bagi sebagian orang di Indonesia belum begitu mengenalnya. Namun, pada Hari Sabtu 30 Maret 2019 lalu, berita tentang Jaringan Satu Matahari menjadi perbincangan hangat karena berduyun duyun kaum muda terlihat mendatangi acara Dialog Milenial ini.





Ya, karena jaringan satu matahari merupakan organisasi yang berisi anak anak muda kaum Milenial itu sendiri.  Dialog yang bertemakan " Tantangan Generasi Muda dalam Kemajuan Bangsa" merupakan salah satu tempat aspirasi kaum muda dalam memilih pemimpin bangsa.

  Bertempat di Balai Kartini, Jakarta Pusat. kaum Milenial kota ini mendeklarasikan diri, mengucap sumpah dan janji mendukung petahana Pak Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya. Mereka yang diwakili beberapa anak  muda maju ke panggung mengikrarkan diri di depan Wakil Ketua Tim Kemenangan Nasional , Muhammad Luthfi.
Wakil Ketua TKN, Muhammad Luthfi saat usai acara 


Muhammad Luthfi yang pernah menjadi menteri era Kabinet Indonesia Bersatu mengatakan dalam sambutannya. bahwa di era kepemimpinan Jokowi sudah banyak perubahan yang berarti yang tidak bisa dikerjakan oleh pemerintahan sebelumnya.

"Jokowi membangun infra struktur di Indonesia itu 8 (delapan) kali , 800 persen lebih banyak dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya". Pungkasnya saat konferensi pers seusai acara.

Artinya apa, 25 tahun dari sekarang, di Tahun 2045, Indonesia akan menjadi negara maju dan berperadaban. Karena itu saat ini yang telah dilakukan oleh Pak Jokowi sebagai Presiden sudah tepat. Setidaknya ada dua invetasi yang harus ada sebagai syarat untuk menjadi negara maju :

1. Adalah investasi di bidang infrastruktur ;
2. Adalah investasi di bidang alih daya Pendidikan .

 informasi mengenai data statistik pembangunan yang berhasil dilaksanakan kini dengan mudah dilihat, dibaca dan dianalisis. Makanya tak heran, kaum Milenial melalui Jaringan Satu Mataharinya menjadi pelopor anak muda untuk mendukung pemimpin yang baik.

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019 nanti adalah pertaruhan idiologi anak muda. Menjadi percaya bangsa Indonesia menjadi maju sebagai negara bermartabat atau kembali ke masa kelam pemerintahan Orde Baru.

Kaum muda menyesuaikan jaman. Tidak hanya karena Jokowi lebih menampakkan kekinian sesuai jaman dari sisi penampilan. Namun jauh dari itu. Visi misi kebangsaan yang kauh ke depan telah mewakili anak anak muda yang hidupnya dinamis.

Dalam acara yang berlangsung dari pukul 13.00 s.d pukul 16.00 sore ini juga dihadiri publik figur sekaligus sutradara muda yang tenar yaitu Hanung Bramantyo yang banyak mengisahkan dirinya dan kisah orang tuanya yang pernah diundang presiden kedua Indonesia , namun apa yang dialami orang tuanya berbeda dengan apa yang dialami dirinya. Ketika bertemu presiden pemimpin tertinggi bangsa ini , Hanung lebih merasa beruntung karena bisa lebih dekat dengan presiden Jokowi yang lebih humanis dibandingkan ketika orang tuanya diubdand menemui presiden di Jaman Orde Baru.  Kala itu orang tuanya yang merupakan pengrajin di daerahnya dan mendapatkan undangan bertemu dengan sang presiden.

Hanung Bramantyo dalam Dialog Milenial 



Comments

Popular posts from this blog

17 Tahun K-Link Indonesia, Sweet Seventeen Bisnis K-Link Online Berbasis Syariah

Kun Saraswati : Luncurkan Debut Single “Done” Yang Bikin Move On Anak Millenial