Pembangunan Moda Transportasi yang Merata, Bukti Serius Membangun Peradaban kelas Dunia

Pernah bepergian ke luar negeri? Sering terpana melihat betapa kerennya  moda tranportasi mereka  baik LRT dan ataupun MRT nya ? Saya pun mengalaminya.   Merasa takjub dan iri bahawa di negeri tetangga   seperti Malaysia, Singapura alat tansportasi/ moda  mereka sudah lebih dahulu ada  lengkap dengan teknologi canggihnya dibandingkan dengan negara Indonesia. "Kapan ya MRT ada di Indonesia?". Gumam saya saat melancong ke negeri tetangga tersebut.

Saya menikmati moda transportasi sejenis MRT saat  menonton balapan MotoGP dan Jet Darat F1 di Malaysia. Di Kuala Lumpur, MRT merupakan moda yang terintegrasi dengan angkutan massal lain seperti Light Rapid Transit (LRT), monorel, dan kereta cepat bandara.  Saat itu,  Saya sungguh merasa bahwa negara kita tertinggal jauh , bahkan oleh negara Filipina yang sudah memiliki LRT (1984) yang digagas  Presiden Ferdinand Marcos sejak Tahun 1980. Negara kita hanya sebatas berwacana dengan persoalan macet saja.  

Tapi tidak saat ini.  Menteri Perhubungan  (Kemenhub) Budi Karya Sumadi pernah mengatakan bahwa  pembangunan transportasi dapat merajut nusantara , membangun bangsa hingga  ke pelosok Indonesia.
Suasana Jakarta Sore hari ,Foto :Ulihape


Alhamdulillah, di Bulan April 2019 Moda Raya Terpadu (MRT)   jurusan  Bunderan HI - Lebak Bulus (PP) sudah beroperasi dan masyarakat Indonesia khususnya  masyarakat  Jakarta dan sekitarnya ramai - ramai naik moda ini  karena memang digratiskan untuk umum. Saya dan keluarga pun turut merasakan kebahagiaan penumpang lainnya. Jarak antara Hotel Indonesia hingga Lebak Bulus ditempuh hanya dengan waktu 30 menit saja.  Kedua anak saya senang bukan kepalang ketika kereta MRT masuk ke dalam terowongan bawah tanah . "Papi , lihat ada terowongan!" Seru Kanda anak pertama saya.Coba bayangkan berapa banyak waktu terpangkas kalau Anda naik moda transportasi seperti biasa, bus,angkot atau pakai kendaraan pribadi , pasti menghabiskan lebih dari satu jam perjalanan.  MRT yang dibangun akhirnya  menjadi kebanggan rakyat Indonesia secara keseluruhan.


Saat Anda membangun infrastruktur, sesungguhnya sedang membangun peradaban.  Nah sekarang,  peradaban di Indonesia sudah memasuki babak baru, kekuatan sumber daya manusia sejalan dengan teknologi yang terus berkembang. Kemudahan  selalu dipata oleh konsumen/ penumpang. Membeli tiket, tidak perlu lagi antri, tidak adalagi  rebutan tempat duduk, semuanya tertib dan tepat waktu. Apalagi kebijakan lainnya yang mendukung kelancaran MRT seperti tidak disediakan tempat sampah alias penumpang dilarang makan dan minum, sampah yang dihasilkan mesti dibawa kembali  untuk dibuang di tempat sampah. Penumpang lambat laun memahami dan mematuhinya.  Menggunakan moda ini  dimudahkan dengan transportasi berbasis tiket dan difasilitasi CCTV  sehingga membuat kenyamanan penumpangnya terjamin.

Transportasi Unggul, Indonesia maju 

Teknologi transportasi Indonesia harus mampu mendukung pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat yang lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin  Melalui transportasi unggul digunakan manusia dalam melakukan aktivitas sehari - hari.




Rute MRT memang tidak sebanyak Komuter Line, Kereta Rangkaian Listrik  (KRL) yang memanfaatkan jalur - jalur dari jaman kolonial. Ada 6 rute yang dilalui KRL ini. Sementara MRT baru satu rute dan rute berikutnya yaitu Lebak Bulus - Jakarta Kota akan siap dilaksanakan. Belum lagi LRT di Jakarta akan beroperasi di Tahun 2021. Indonesia kian maju , tinggal SDM nya yang ditingkatkan kompetensinya untuk mensejajarkan diri dengan negara maju.


Kecepatan MRT dengan 6  rangkaian  dan 12 gerbong   mampu melesat kurang lebih 80 km/ jam ketika berada di jalur layang dan 100 km/ jam ketika berada di  jalur bawah tanah menambah sensasi pengetahuan masyarakat akan moda ini. Secara teknologi MRT menggunakan  jenis communication based train control (CBTC) yang bisa mengurangi keterlambatan  datang atau pergi.  MRT dan LRT  akan menjadi keunggulan Indonesia dalam menata peradaban kemajuan Indonesia kini  kemudian di masa depan.

Pembangunan Transportasi Indonesia


Dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi lima tahun yang lalu,  ada perubahan signifikan wajah Bumi Pertiwi kita. Pembangunan infrastruktur terjadi di mana -mana bukan hanya di  kota - kota besar namun juga sampai ke pelosok pelosok penjuru tanah air semisal di Papua. Pembangunan Bandara,  jalan tol,  pembangunan waduk hingga pembangunan sarana prasarana lainnnya. Indonesia lima tahun lalu penuh dengan  hiruk pikuk bergeliat membangun transportasi tiada henti, tidak terkecuali pembangunan transportasi yang berteknologi tinggi seperti MRT dan LRT.


Sebagai negara yang sebentar  lagi menjadi negara maju dengan target ketika memasuki usia kemerdekaan yang ke-100 . Cita - cita   besar bangsa  harus menjadi negara maju yang sebentar lagi akan terwujud. Atas dasar itulah,   maka Indonesia harus terus berbenah.   Untuk meraihnya, salah satunya dengan mengedepankan pembangunan transportasi yang holistik menyeluruh di pelosok negeri. Masyarakat harus merasakan dampak dari pembangunan transportasi ini meski harus menelan dana puluhan triliun rupiah. Mahalnya biaya moda transportasi semisal MRT dan LRT  untuk kepentingan masyarakat ini karena teknologi yang digunakan cukup kompleks.

Selain MRT dan LRT, Pemerintah juga membangun proyek kereta. Dua diantaranya adalah Kereta cepat Jakarta -Bandung dan Jakarta - Surabaya. Kereta Jakarta - Bandung digadnag - gadang adalah kereta yang tercanggih yang pernah dibuat di Indonesia. Laju kereta bisa mencapai 300 km / jam sehingga bisa memangkas jarak Jakarta - Bandung menjadi 2,5 jam saja.  Sementara untuk kereta jurusan Jakarta Surabaya hanya akan ditempuh dengan waktu 6 jam saja, menghemat waktu 9 - 10 jam dari waktu normal.

Mimpi 2045 Menjadi negara maju


Benarlah, mimpi itu bisa diwujudkan bila ada kemauan, ada kemampuan dan ada dukungan. Tentu saja pemerintah mempunyai kemauan dan kemampuan kemudian didukung oleh rakyat yang semakin baik sumber daya manusianya. Pengembangan Teknologi tidak bisa dicegah, dia  terus menggurita . Semakin meluas dan ini dapat dimanfaatkan sebesar- besarnya untuk kepentingan rakyat Indonesia. Lihatlah Tol langit yang dibangun pemerintah , teknologi dibangun semua untuk kepentingan masyarakat luas agar mencapai kemajuan sebagai sebuah negara.


Indonesia bisa dikatakan menjadi negara maju dengan pendapatan  per kapita  27 juta rupiah per bulan. Artinya harus ada percepatan kemampuan penduduk untuk memperbaiki pendapatan ekonominya. Pendapatan masyarakat negara bisa berubah, bertambah kalau mereka diberikan kesempatan untuk mendapatkan fasilitas dan akses transportasi yang memudahkan mereka melakukan aktivitas perekonomian.

Para petani mudah memasarkan hasil pertaniannya,  para pekebun bisa memasarkan hasil perkebunannya lewat tranportasi  yang dibangun oleh pemerintah, sehingga tidak ada hambatan aktivitas perdagangan dan meningkatkan hasil setiap saat. Inovasi dan pengetahuan harus terus dikembangkan agar transportasi di negeri ini terus berkembang ke arah kemajuan. Peran pembangunan transaportasi bukan hanya sekadar kebijakan yang diekesekusi oleh Kementrian Perhubungan. Tetapi juga harus bisa dipastikan sampai dan bisa dinikmati langsung oleh masyarakat. Media sosialnya  semisal  twitter , Facebook  , dan Instagram   tidak hanya dipakai sebagai corong pemerintah, tapi sebagai bahan diskusi efektif yang tersampaikan  yang membangun antara pemerintah,kemenhub dan masyarakat penggunanya.  Itulah peran teknologi tinggi yang sejalan seirama dengan pembangunan moda transportasi kita. Pengembangan SDM yang sesuai juga bisa jadi  sebagai solusi transportasi modern berteknologi tinggi. 
















Comments

Popular posts from this blog

17 Tahun K-Link Indonesia, Sweet Seventeen Bisnis K-Link Online Berbasis Syariah

Kun Saraswati : Luncurkan Debut Single “Done” Yang Bikin Move On Anak Millenial