Semangat Bersekolah Ya Nak ! Kami Berikan Yang Terbaik Untuk Mu




Halo..!
Kali ini, Si Papi mau cerita nih soal kemajuan Kanda, anak sulung saya yang dua minggu lalu baru masuk Taman Kanak kanak (TK). Meski belum mendapat seragam sekolah, namun semangatnya untuk beraktifitas luar biasa mengalahkan anak anak lainnya.

Oh iya, Kanda masuk TK di usia menginjak 4,4 tahun . Untuk seumurannya seharusnya sih belum bisa masuk TK karena aturan pemerintah untuk masuk Sekolah Dasar saja baik negeri maupun swasta harus sudah berumur 7 tahun. Kalau Kanda masuk diusia tersebut nanti pada saat masuk SD maka umurnya  belum cukup, hal ini harus diantisipasi oleh saya dan istri sebagai orang tua .

Menjelang masuk ajaran baru, banyak orang tua yang sibuk , baik itu mempersiapkan dari segi peralatan maupun perlengkapan sekolahnya dari baju, sepatu, tas buku dan lain sebagainya. Soal biaya masuk sekolah pun beragam dari masuk di sekolah negeri maupun di swasta, persiapan untuk biaya sekolah anak anak ada yang sudah disiapkan jauh jauh hari dan ada juga yang menyiapkanny menjelang masuk  ajaran baru. Lebih parah lagi kalau menyiapkannya tanpa perencanaan alias "gimana nanti saja lah".

Nah, dari masuknya anak saya ke TK inilah akhirnya saya paham, bahwa ada dua hal di dunia ini yang tidak boleh ditunda tunda apalagi dicicil yaitu :
1. Biaya sakit ke dokter / rumah sakit ;
2. Biaya anak sekolah.

Temen temen belum pernah kan nyicil biaya dokter kalau lagi sakit, atau saat di rawat di rumah sakit temen temen bilang saya bayarnya nyicil  ya? Hampir dipastikan ini hal yang mustahil.

Waktu kami sebagai orang tua mendaftarkan anak ke sekolah ada sih penawaran biaya pendidikan itu bisa dicicil dan biasanya tidak memakan waktu lama hanya beberapa bulan dan tetap saja biaya itu harus lunas pada hari H nya. Nah itulah sebabnya biaya anak sekolah itu tidak bisa dicicil karena ujung ujungnya harus dibayar juga.

Memilih sekolah untuk anak pun ada tipsnya, tidak sembarang memilihkannya untuk anak kita, karena masa sekolah mereka lebih banyak dibandingkan masa mereka bersama kita , ini dikhususkan bagi kedua orang tua yang bekeja seperti kami.
1. Pilih lokasi yang dekat dengan rumah ; 
zonasi ini memudahkan kita atau yang menjaga untuk mengawasi aktifitas anak di sekolah 
2. Pilih sekolah yang bersih dan rapih;
ini juga penting, kebersihan sekolah menentukan karakter dari pengurus sekolah itu sendiri. Sering seinglah orang tua melihat lihat kondisi sekolah, dari halaman, ruang belajar hingga toilet. Saya dan istripun melakukannya , tak jarang kami berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya karena tidak nyaman dengan tempatnya , suasana muram, kusam dan lokasi menyatu dengan rumah pemilik sekolah dan lain sebagainya.
 3. Pilihlah sekolah yang biasa saja dan disenangi oleh anak anak kita.Tak jarang sekolah yang terlihat mahal justru membuat anak kita tertekan;
4. Ajak anak anak berdiskusi untuk memilih mana sekolah yang mereka sukai dan inginkan.
5. Pilih sekolah yang banyak menghasilkan prestasi dan kredibilitas pengajarnya terpercaya untuk anak  anak . Luang kan waktu untuk bertanya kepada orang tua yang telah menyekolahkan di tempat tersebut sebelummnya untuk sekadar referensi.

Kami sebagai orang tua pun secara online terus mencari referensi pola pengajaran mana saja yang cocok untuk anak anak masa kini. Sang istri pun selalu berdiskusi di media sosial bercerita dengan para orang tua yang akan , sedang dan telah menyekolahkan putra putri mereka. Soal jaringan operator kami juga pilih Si Biru XL yang terus menemani saya dari bujangan hingga sekarang yang telah memiliki dua anak. Koneksinya yang bagus dan fasilitas gratisannya  yang beragam dari nelpon, sms, wa ,youtube membuat kami mendapatkan banyak referensi tentang kehidupan anak anak di sekolah.


Comments

  1. Waaah tips memilih sekolahnya boleh juga nih *noted 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga disegerakan ya oom. Aamiin

      Delete
  2. Mantap ini Kang Yusep. Kopdar awal di FX masih bujangan sekarang udah punya anak 4 tahun. Keren pencapaiannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Kang trus berproses. Didoakan yang sama buat Kang Ahmed.aamiin

      Delete
  3. betul banget tuh pilih sekolah yang deket deket aja kalo masih anak anak tapi klo udh gede baru deh perlahan di lepas yang jauh jauh biar berani si anak,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Karena kondisi juga memungkinkan dekat sekolahnya oom.

      Anaknyg jauh sekolahnya kasian di jalan berangkat n pulang butuh perjuangan menembus macet.

      Delete
  4. Lucunya, anak 2 bikin gemes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya jga anak anak mi, hehehehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menyoal Kecerdasan Anak , Pastikan Pencernaannya Sehat

Wuling dan The Real Spacious Family MPV

Memberikan yang Terbaik, Nelpon, SMS kini gak pakai pulsa lagi