Minta Maaf Pada Anak, Melatih Mereka Soal Tanggungjawab

"Papi Bohong!" Seru Kanda, anak sulungku.
"kenapa Kanda, Kok Papi dibilang bohong?"
"Katanya Papi gak mau marah marah lagi sama Kanda, kemaren marah marah pas aku mau eek, Papi Boong!" Ujarnya sambil mau nangis.
Kalau bajunya gak seragam, pasti sibungsu ogah mandi pagi


Segera saja kupeluk anak yang sudah tidak balita ini. Kukecupnya dan kubisikkan ke telinganya "Papi kemarin hanya gemas Kanda, Papi gak marah kok!" 
"Tapi gemes bukan begitu papi, gak pake melotot sambil memperagakan tatapan mataku".

Kadang sih, si maminya juga khawatir dengan perangaiku yang tidak sabaran ini. "papi serem kalau marah" Kata Istriku sambil menasehatiku agar tidak seperti itu kepada anak anak.

Yup, memang perlahan lahan kebiasaan emosi sedikit terkikis oleh kehadirn buah hatiku, kadang mau ketawa juga, kok bisa marah ya padahal sepele loh seperti :

1. Pas lagi asik asiknya sarapan pagi atau saat sedang buka puasa tiba tiba si bungsu bilang, "Papi eek, Papi eek" Ups napsu makan langsung hilang, segera kuangkat sibungsu ke toilet dan mendudukannya di sana. Sambil merenung tentang makanan yang pasti  bersisa karena hal ini. Soalnya ada kebiasaan si bungsu kalau pup nya sampai dua kali jarang tuntas sampai dua kali. Hehehe.

2. Pas jam rawan, semisal saat ada kegiatan kantor yang mengharuskan datang ontime, kedua anak ini berleha leha sambil nonto tv, maen games. Warning sudah diberikan semisal , "sebentar lagi kita berangkat, ayuk siap siap.". Eh mereka malah asik main main, apalagi kalau nyamperin kucing kesayangan kami di kandangnya. pasti deh , buka sepatu lagi dan ke kamar mandi untuk cuci tangannya.

3. Pas mau berangkat, si bungsu akan berteriak Papi aku gak mau mandi, mandinya di mama diah aja ( di day care). Pas mau berangkat si bungsu berteriak apii aku mau pipis. Pas sudah dicebokin, eh dia malah minta mandi. Geerrrrrrr napasku naik turun ke ubun2. 

Berikutnya segera kuubah strategi , aku tidak lagi mengantar mereka dan bulak balik ke rumah untuk persiapan kerja. Aku mandi dan sholat dhuha setelah mereka beres dan berangkat bersama. Ternyata ini membantu sedikit, lagi lagi faktornya adalah si bungsu yang memang terkenal manja. Apalagi kalau sudah memperlihatkan baris gigi regesnya bagian atas yang mulai meranggas hitam.

"Apiiiii, iyat nih aku idul idulan". Segera kuteriak, "amaaaa jangan tiduran gugulingan di teras" dan derama pun dimulai. napasku ngos ngosan lagi menahan amarah. 

MARAH BOLEH DENDAM JANGAN
Kalau udah rapih begini, pasti doaku smoga si bungsu gak bilang "Papi eek !"Hehehehe


Setelah beberes, kami pun berfoto setiap paginya. Hal yang dianggap aneh oleh tetangga komplekku. "Pak kok setiap pagi kudu ada acara selfie  moto moto dulu sih".Tanya tetangga depan rumahku. 
"Oh ini, buat dikirimkan ke neneknya di palembang, sama maminya juga yang sedang diperjalanan biar tahu bahwa anak anak lagi happy".

Sebelum berangkat , aku paksa mereka berdoa dulu dengan membaca "Bismillahirrohmaanirrohiimm " Lagi lagi si bungsu nyeleneh dengan memabaca doa mau tidur. Geerrr kali ini aku tertawa lepas. 
Di perjalanan pun kadang canda kami selalu hadir. Ketika sebuah bis kecil yang saban hari lewat di sekitaran komplek , pasti dalam kepikiran ku si bungsu akan bertanya "Apii iyat deh ada bis (diulang 3x). Mataku harus terlihat menatap bis itu , selip saja tidak menatap , si bungsu akan bilang "Apii iyat deh , iyat deh (diulang beberapa kali) . Ketika kujawab "Iya Papi Liaat" . Dia marah karena aku terlihat cuek. Segera repetannya berkicau, persis maminya kalau lagi merepet. Hehehehe

"Apiiii ngapayin iyat iyat , kalau gak iyat"
"papi liat sayang"
"Api gak iyat iyat , ngapayin iyat iyat "
Gerrrrrr mendidih darahku menahan tawa. 


Suatu ketika kami akan melewati Bude, seorang ibu penjual kue kue di sebrang sekolahan anak sulungku. Menjadi kebiasaan mereka akan menyapa dengan berteriak bareng ,"Budeeeeeeeeeee!"
 Si Bude pun akan balas menyapa "Iya sayang, iya sayang". Setelah menjawab itu si bungsu akan bilang Udeee gak enger apiii. ude gak denger..."
'Auk ah gelap batinku"!

 perjalanan, kami menyanyi bersama dari lagu balon ku ada lima, hingga cicak cicak di dinding, balik lagi ke balon ku ada lima hingga tiba di day care , di mana mereka dititipkan. Diakhir perjalanan aku akan memeluk mereka dan selalu mengecup dan membisikan kata maaf kepada si sulung. "maafin Papi  ya nak pagi ini" Mereka akan mengangguk dan menjawab "Iya Papi..." 

JANGAN LUPA MINTA MAAF KEPADA ANAK 
Di momen inilah,si Papi akan bilang "Maafin Papi ya nak udah marah marah pagi ini". "Iya Papiii".Kata mereka

Akupun pergi kerja dan kembali beraktifitas, dan sepanjang perjalanan aku akan tersenyum senyum geli bahkan kadang berkeinginan balik lagi ke rumah untuk main main sama dua jagoanku. Sampai suatu sore ketika ku jemput mereka . Si Sulung kembali berkata "Papi Jangan suka marah marah lagi Ya!" Rupanya dia lupa tadi pagi sudah memaafkanku. 
"Iyaaaa Sayaaaaang! Gerrrrrrr!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Back To The Future ! SAVASA Delta Mas- Hunian Bahagia Terbaik Nuansa Jepang Yang Menjadi Kenyataan

LUGANO LAKE PARK , Suasana Swiss di Perumahan Tangerang CitraRaya

Xpander, Mobil MPV Mewah Berkelas