Ketika Si Papi Mancing Bersama Kanda

Punya anak balita dan punya hobby seperti orang dewasa semisal mancing tentu akan menyita perhatian serius. Memenuhi keinginannya atau membiarkan harapannya hilang karena kepedulian yang kurang dari kita sebagai orang tua. Nah , kali ini si Papi benar benar bingung nih. Kok bisa anak usia 5 tahun kepengen mancing dan beli peralatannya secara lengkap . Akhirnya si Papi  dan maminya mengamini keinginannya. Segeralah mami bergerilya mencari tahu di mana tempat penjualan pancing yang murah meriah. Pernah suatu ketika Kanda aku belikan pancingan yang sangat murah, niatnya sih buat mancing mancingan bersama adiknya yang masih super balita. Alhasil alat ini hanya bertahan satu minggu saja, selebihnya menjadi tak berguna teronggok di gudang belakang.

kali ini, Kanda minta pancingan yang ada gowesannya. Itu loh alat pancing profesional lengkap dengan alat gulungan benangnya yang bisa ditarik dan diulur serta di  gulung kembali. Doanya sampai ke langit tinggi atap masjid atau mushola yang kami bertiga sambangi. Setlah sholat magrib berjamaah dan di sesi doa, dia akan berucap " Ya Allah beri Kanda Pancingan yang ada Gowesanna ya .Aamiin"! Waaw afirmasinya sungguh luar biasa, makanya si Papi gak bisa gak, kudu mengaminkannya juga. Hehehehehehe


Tibalah suatu malam selepas magrib, si Mami pulang dari kantor dan memberikan surprise kepada anak kesayangannya yaitu sebuah Pancingan berwarna biru, dan ada "goewesannya" sesuai permintaan Kanda. Kurang lebih habis dana sekitar Rp 160 ribu-an harganya. Terlihat mata Kanda berbinar binar seolah ada keyakinan dari dirinya pasti permintaannya dikabulkan mami papinya. Ucapan manisnya berupa kata terimakasih  kepada mami dan papinya hadir berulang kali memecah desiran angin malam yang mulai masuk ke dalam teras rumah. "Ayok Kita masuk ke dalam".Seruku.

Alat pancing sudah dipegang, tetiba kanda berteriak "oh iya lupa, tas pancingannya belum".Katanya. Besoknya si Papi mengajak ke toko pancingan untuk membeli tas pancingan seharga 60 ribu rupiah. Dari pemilik toko alat pancingan ternyata hoby satu ini tidak murah. Saya saja yang beli alat alat paling sederhana saja sudah ratusan ribu, belum lagi beli umpannya dan bayar biaya sewa kolam pemancingannya yang berkisar puluhan ribu rupiah. Untuk sewa seharian bisa kena Rp 80.000 , beli umpan dan olahannya Rp 25.000 belum lagi jajannya di lokasi,Es Kelapa, Es Jeruk, kadang tukang bakso lewat, tukang Cilok  dan lain sebagainya. Siap siap deh merogoh kantong lebih dalam lagi. Hehehe

Bagi yang menyukai kegiatan memancing, waktu terasa singkat dari pagi hingga petang bisa betah berlama lama di lokasi. Bagi si Papi yang memang hanya menyenangkan anaknya yang  senang memancing tentu merasa  waktu berjalan terasa lama. Terik matahari di waktu siang seolah membawa penderitaan tersendiri. Kalau Kanda mah  jangan ditanya, kesukaannya ini bisa membuatnya happy sepanjang hari meski tak jarang kami tak membawa hasil tangkapan ikannya alias  zonk sodara sodara. Hehehehehe

Memancing bersama keluarga, ada enaknya ada dukanya. Kalau enaknya ya senang bisa rame rame dan gak buat bete. Tapi membawa anak kecil ke lokasi pemancingan yang mayoritas orang dewasa akan membuat ketidak nyamanan buat mereka. Oleh karena itu minta kepada pemilik kolam untuk dicarikan posisi yang letaknya jauh dengan orang yang sedang ber galatama alias lagi lomba mancing agar aktivitas mereka tidak terganggu.  Siapkan mainan juga buat anak anak ,  agar kalau merea bĂȘte, sambil tunggu umpan di makan ikan, kita  bisa ganti menghibur mereka  dengan mainan semisal mobil mobilan, kereta api, pesawat (khusus si Kayama ,adiknya) agar tidak mengganggu Kanda yang lagi asik mincing.

So seberapa dekat orang tua menemani aktivitas yang disukainya. Jangan egois kepada mereka berilah waktu yang terbaik agar mereka happy. Doa kita setiap saat untuk kehadiran mereka di dunia harus diimbangi dengan membangun waktu berkualitas untuk mereka. Banyak orang tua merasa ketika materi sudah diberikan kepada anak maka selesailah tugas mereka. Padahal tidak. Pelukan hangat, ciuman di kening mereka , gandengan tangan ketika menyebrang adalah sesuatu yang tak ternilai bagi mereka di masa depan.

#Semogabermanfaat

Comments

  1. Liburan lalu saya sempat bawa anak saya juga mancing di Bandung. Ternyata memang butuh kesabaran, awalnya gak dapet, terus dapet, jadi ketagihan mancing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru ya oom. Kapan kapan mancing bareng yuk. Anak2 pada mancing, kita mah tetep ngobrolin SEO Blog

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Xpander, Mobil MPV Mewah Berkelas

Tinggal Klik ! Cara SMART Punya Property Zaman Now

Urgensi Generasi Milenial Memahami Perencanaan Keuangan Jaman Now