Mengenal Diabetes Pada Anak dan Solusinya


Para orangtua yang memiliki anak disarankan memeriksakan kadar gula anaknya secara berkala apabila ada tanda tanda yang mengindikasikan gejala Diabetes Melitus (Kencing Manis).
anak sering haus, lapar, kencing, gatal, dan berat badan menurun drastis.


Fulki berfoto dengan orang tua dan para narasumber 
Diabetes adalah "ibu" dari segala penyakit yang diderita manusia. Hal  ini berlaku kepada siapa saja,tidak perduli usianya sudah tua ataupun masih muda. Angka penderita Diabetes meningkat setiap tahunnya dan sangat mencengangkan yang membuat panik siapapun yang menerima informasi ini. Tercatat, menurut Data Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) menyatakan angka kejadian  DM pada usia 0 - 18 tahun mengalami peningkatan sangat signifikan bahkan cenderung ekstrem.  Saat ini Indonesia sudah  mengalami peningkatan penderita diabetes sebanyak 700 persen.

Atas dasar itulah, kegundahan, kegelisahan sekaligus kegeraman terjadi kepada semua perangkat yang membidangi kesehatan, termasuk kepada penyelenggara  Jaminan Kesehatan untuk masyarakat dari negara yang dalam praktinya menurut beberapa pengamat dan praktisi kesehatan tidak holistik menangani kesehatan masyarakat. Yang bisa dilakukan saat ini hanyalah  para orang tua segera memeriksaan  kadar gula anak sedini mungkin. sebagai informasi, kadar gula darah normal anak itu antara 100 mg/dl hingga 200 mg/dl. ''Tapi, bila kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl itu sudah dikategorikan diabetes

Apakah anak kita berpotensi menjadi penderita diabetes? 

Ya, benar sekali. Berbicara soal penyakit tidak menular semisal Diabetes itu ternyata bukan hanya faktor  dari keturunan saja baik dari  diturunkan secara langsung semisal  dari ayah atau ibu kandung,  maupun  dari generasi di atasnya (kakek dan nenek).  Pentingnya orang tua paham akan penyakit DM 1 atau di masyarakat umum  dieknal dengan penyakit Kencing Manis, yang ternyata lebih banyak penderitanya dibandingkan DM2 . Diabetes pada anak harus segera didapatkan penanganannya  terutama kepada psikologi anak dan orang tua yang menganggapnya sebagai "Kiamat Kecil". Peran orang tua tentu akan membawa dampak  banyak menyelamatkan anak anak di masa depan dari penyakit tidak menular ini.


Dr.dr. Aman Saragih Pulungan, S.PA (K) mengatakan bahwa tidak hanya pemerintah saja yang harus berperan, tapi juga masyarakat terutama media untuk berperan memberikan informasi akurat mengenai hal ini. Aman mencontohkan, Fulki (Uki) salah satu anak penyintas diabetes  dan hadir dalam acara Hari Diabetes Sedunia 2018 yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian  Penyakit (P2P) Kementrian Kesehatan RI. 

Uki, menderita DM 1 bukan dari  faktor keturunan. Menurut Aman, Uki terkena Autoimun.  Jadi, siapapun itu, anak - anak akan menderita Diabetes Melitus DM Tipe 1 dengan cara Auoto Imun, yaitu   Berarti tubuh menyerang diri sendiri. Penyakit auto imun terjadi jika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh.  Saat mendapatkan perawatan pertama kali, Uki melemas, berat badannya turun drastis  dan gula darahnya 750, sangat tinggi.

Apa jadinya kalau fungsi insulin dalam tubuh terganggu?
DM 1 tidak mnengurangi ibadah Umroh Fulki


Kondisi paling umum dari masalah insulin adalah diabetes. Ada dua jenis diabetes, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Walau kedua tipe diabetes ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi, penyebab dan perkembangan masing-masing kasus berbeda. Tidak selalu jelas tipe diabetes apa yang dimiliki seseorang. Untuk mendapatkan diagnosis yang pasti, Anda tentu harus berkonsultasi dengan dokter spesialis endokrin

Setelah perawatan, dari usia 9 tahun sampai kini berusia 12 tahun kelas 7 ( 1 SMP),  Uki, yang bernama lengkap Fulki Baharudin Prihandoko  setiap harinya harus menyuntikan Insulin  ke dalam tubuhnya. Untuk titik suntikan di bahu kanan dan kiri dia butuh bantuan orang tuanya  namun untuk wilayah lengan, perut dan paha, dia sudah bisa dan mampu  secara  mandiri menyuntikannya. Saat umroh pun, Uki secara mandiri  mampu melakukannya sendiri.

Insulin berperan penting dalam tubuh untuk mengubah gula (glukosa) dari karbohidrat yang Anda konsumsi menjadi energi dan menyimpan glukosa untuk keperluan di waktu mendatang. Menjaga fungsi insulin sangat penting untuk mengendalikan kadar gula tubuh supaya tidak melonjak terlalu tinggi (hiperglikemia) atau turun terlalu rendah (hipoglikemia).

Uki sendiri saat ini sudah memiliki kemampuan luar biasa dalam bertahan hidup. Selain tergabung dalam group anak - anak penyintas Diabetes, kehidupan normal seperti sebelum sakitpun bisa dirasakan kembali. Dibawah arahan Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) yang merupakan seorang Dokter Spesialis Anak dan Ketua Umum Pengurus  Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia. Adapun layanan kesehatan yang diberikan oleh Dr.dr. Aman Bhakti Pulungan adalah Kesehatan Anak Dan Dewasa, Check Up Kesehatan, Konsultasi Kesehatan, Pemeriksaan Fisik, dan Imunisasi Anak.     

Peran Pemerintah   

Pemerintah harus bertindak, jaminan kesehatan nasional semisal BPJS harus benar benar terintegrasi demi menyelamatkan anak anak Indonesia. Penyakit ini juga menyerang anak anak dari kalangan yang tidak mampu dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan diantaranya masih  bayi yang baru dilahirkan. Sehingga Momen Diabetes World Daya 2018 harus lebih digaungkan lagi. Pemerintah, masyarkat dan stake holder lainnya bisa memahami perannya masing masing dengan baik. 

Bagi masyarakat luas terutama para orang tua yang telah memiliki anak. Pengetahuan penyakit kencing manis (Diabetes Melitus) DM 1 dan DM 2 amat sangat penting . Pahami ciri - cirinya, antara lain : 

  • Banyak makan; 
  • Banyak Minum;
  • Banyak kencing, bahkan Ngompol pada anak ;
  • Penurunan berat badan  yang drastis;
  • Kelelahan dan mudah marah
  • Tanda lainnya semisal sesak napas, dehidrasi

Penjelasan Diabetes

Diabetes Meitus (DM) atau penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang timbul akibat  peningkatan kadar gula darah di atas nilai normal yang  berlangsung secara kronis. Hal ini disebabkan  adanya gangguan  pada hormon insulin  yang dihasilkan  kelenjar pankreas.  Insulin berfungsi menagtur  penggunaan  glukosa oleh otot, lemak atau sel - sel  lain di tubuh. Apabila produksi insulin berkurang, maka akan menyebabkan  tingginya kadar gula  dalam darah serta gangguan metabolisme, karbohifrat, lemak dan protein.



Yang diderita Uki dan anak - anak Indonesia lainya adalah penyakit tidak menular namun dapat diturunkan dan tidak bisa disembuhkan. Peran pemerintah semisal :

1. Melaksanakan  sosialisasi dan diseminasi  informasi tentang diabetes melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik  dan media lainnya . pemasangan spanduk, umbul  umbul berisi pesan inspirasi dan penanganan mengenai Diabetes;
2.   Membuat surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi di Indonesia terkait Hari Diabetes Seduina untuk melakukan  promosi kesehatan,deteksi dini  dan kerjasama dengan LSM untuk melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat.


Peran Orang Tua

Para orang tua dapat melakukan , pengendalain  Diabetes Melitus Tipe 1 pada anak :

1.     Atur Pola Makan Sehat sesuai kebutuhan;
2.     Ajarkan anak tentang DM Tipe 1 
3.     Motivasi anak dan keluarg  agar patuh berobat;
4.     Berkan keterampilan penanganan DM Tipe 1
5.     Gunakan Insulin  setiah hari seuur hidup;
6.     Rutin berolahraga;
7.     Segera cek  gula darah sewaktu secara rutin




Karena peningkatan DM tipe-2 diketahui dipengaruhi oleh obesitas, pencegahan dilakukan dengan dengan menerapkan gaya hidup sehat sebagai berikut :

Mempertahankan berat badan ideal. Jika anak memiliki berat badan berlebih, maka upayakan untuk menguranginya sekitar 5-10% untuk mengurangi risiko. Diet kalori dan rendah lemak sangat dianjurkan sebagai cara terbaik menurunkan berat badan dan mencegah DM tipe-2.

Perbanyak makan buah dan sayur. Dengan mengonsumsi berbagai macam buah dan sayur setiap hari, maka risiko DM tipe-2 dapat berkurang.

Kurangi minum minuman manis dan bersoda. Aktif berolahraga. Upayakan untuk berolahraga setidaknya 30 menit dalam sehari untuk mencapai berat badan ideal dan menekan tingginya risiko DM tipe-2. Selain itu berolahraga juga bisa menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kadar insulin. terakhir adalah batasi waktu penggunaan gadget.


Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) saat acara kembali    memberikan tips  yang mudah diingat bagi orang tua untuk menjadikan tubuh kita sehat, yaitu 5 2 1 0 ;

5 kali makan buah per hari
2 Jam maksimal  duduk setiap hari
1 jam olahraga ;
0  no sugar, no added sugar 

untuk sehat dan terbebas dari Diabetes Anak, apapun harus dilakukan.meski di awal terasa sulit seperti yang dialami oleh keluarga Uki yang awalnya berat menerima anggota keluarganya ada yang terkena diabetes, namun lambat laun sudah terbiasa dan menganggapnya sebagai "Keluarga Pilihan" .


#semogabermanfaat




Comments

  1. anak pilihan dan keluarga pilihan semoga menguatkan yg lain yaaah para penyintas diabetes anak

    ReplyDelete
  2. Serem ya kalau ngobrolin diabetes, karena penyakit ini tidak mengenal usia. Jadi bukan karena genetika saja tapi dia yang terpilih bisa terkena diabetes. 5210 ini yang harus dijalankan dengan istiqomah.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Back To The Future ! SAVASA Delta Mas- Hunian Bahagia Terbaik Nuansa Jepang Yang Menjadi Kenyataan

LUGANO LAKE PARK , Suasana Swiss di Perumahan Tangerang CitraRaya

Xpander, Mobil MPV Mewah Berkelas