1000 Spanduk Cinta NKRI di Jakarta Barat


Siang kemarin, Jumat (11/01/2019) matahari sangat teriknya menyengat kulit kulit manusia. Beruntung saat Adzan berkumandang aku sudah sampai di Masjid Raya Al Amanah di Jakarta Barat. Apalagi khutbahnya saat itu sangat menyejukan. Ada tiga hal yang kutangkap dari  isi khutbah tersebut :


1. Hubungan antara Sesama Umat Islam , yang lebih dikenal dengan istilah Hubbul Islamiyah. Sesama islam itu intinya bersaudara. Islam sebagai rahmatan lil alamin bukan sebagai pemutus silaturahiim.


2. Hubungan sesama warga negara , Hubbul Wathoniyah 


Urusan mencintai negara (bahasa arab: hubbu-l-wathan) adalah bagian yang paling esensial dari kampanye nasionalisme. Nasionalisme[ tidak sekedar menjadi pembicaraan dan ideologi, tapi sejak berdirinya negara-negara, nasionalisme juga terwujud didalam sistem administratif negara. Warga Negara Indonesia sudah pasti berkewarganegaraan Indonesia jika ia lahir di negara ini, dan kedua orangtua berkewarganegaraan yang sama, dalam hukum kewarganegaraan lazim disebut ius soli. Sementara yang mengikuti keturunan asal orang tua, meski tidak lahir tidak di negeri asalnya, disebut ius sanguinis.


3. Hubbul Insaniyah, yaitu hubungan sesama manusia. Insan yang tercipta yang ada di seluruh dunia tidak membedakan agama, adat istiadat dan dari mana mereka berasal. 
Ketiga hal yang saya tangkap tadi setali tiga uang dengan apa yang diucapkan oleh Kapolres Jakarta Barat Bapak Hengky yang memberikan kata sambutan pada acara peluncuran 1000 spanduk di wilayah hukumnya. Mwnurutnya kegiatan launching 1000 spanduk yang berisikan penolakan terhadap kampanye politik berbau isu hoaks, suku agama dan antar ras, serta paham radikalisme. Ketiga kegiatan tersebut dinilai akan memberikan potensi memecah belah warga negara khususnya di daerah Jakarta Barat. 


Satu satunya di Indonesia


Panitia yang berjunlah 17 orang dan terdiri dari beragam agama mendeklarasikan diri untuk bersama sama membuat program 1000 spanduk untuk mensuskseskan Jakarta Barat Pemilu Damai. Setelah berkoordinasi dengan Pihak Polres dan kemudian disambut baik komponen lainnya semisal MUI, pemuka agama lain, tokoh masyarakat, tokoh pemuda intinya semua stakeholder dan share holder di Daerah Jakarta Barat , termasuk Walikota Jakarta Barat dalam hal ini diwakili oleh Wakil Walikota Jakarta Barat yang juga membuka acara ini dan ikut berkeliling memasangkan spanduk ke tempat tempat ibadah semisal masjid, gereja, pura dan wihara. 


Jakarta Barat Jaga Pemilu Damai 


Apa yang dilakukan oleh Daerah Jakarta Barat hendaknya diapresiask dan diikuti oleh siapapun di wilayah lainnya. Kontestasi politik baik itu pemilihan legislatif dan puncaknya pemilihan presiden Republik Indonesia pada 17 April 2018 nanti pasti akan membuka kewarasan politik nasional. Meski demikian pasti ada beberapa kejadian seseorang ataupun kelompok menjadi gila politik yang akan melakukan apapun termasuk.:1. Kampanye menyebarkan isu hoaks, berita bohong dan celakanya lagi dilakukan di tempat ibadah;2. Menyebarkan berita yang menyinggung keragaman kita, berupa sara dan inilah salah satu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa;3. Menyebarkan paham radikalisme, dalam konteks politik sasaran utamanya adalah potensi kerusuhan ataupun chaos. Apabila ini terjadi sungguh kerugian besar buat Jakarta Barat dan sekitarnya. 

Undang - Undang No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu 


Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat 1 huruf h mengatur bahwa "pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan"

Jelaslah sudah gerakan pemasangan 1000 spanduk menolak kampanye politik penyebaran isue hoaks , sara dan paham radikal ini adalah bentuk kecintaan masyarakat Jakarta Barat kepada negeri. Membuat pemilu damai di Jakarta Barat akan membuat kondusifitas perpolitikan tanah air secara keseluruhan .

Kalau bukan warge  Jakarta Barat yang jage, lalu siapa lagi? 

Comments

  1. Semoga pemilu 2019.berjalan aman.lancar dan damai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin oom. Harus begitu. Kita yang jaga

      Delete
  2. Pemilu damai harus dijaga oleh kita sendiri karena akan menentukan perjalanan hidup bangsa ini ke depan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bukan kita siapa lagi oom. Pemilu damai jati diri bangsa

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Back To The Future ! SAVASA Delta Mas- Hunian Bahagia Terbaik Nuansa Jepang Yang Menjadi Kenyataan

LUGANO LAKE PARK , Suasana Swiss di Perumahan Tangerang CitraRaya

Tinggal Klik ! Cara SMART Punya Property Zaman Now